Home / Latar Belakang

Latar Belakang

Problema Umat Islam di Indonesia sampai saat ini yang mendasar adalah kemiskinan, rendahnya pendidikan dan ketrampilan serta lemah dalam kreativitas berusaha ekonomi sehingga potensial untuk pengangguran dan keterbelakangan.  Disisi lain umat Islam memiliki tiga potensi kekuatan yang jika dikelola dan diintegrasikan dengan baik akan menghasilkan perubahan yang dahsyat, yaitu modal/finansial, sumberdaya manusia dan teknologi. Sebagaimana  dalam surat AnNisa ayat 9 :“Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang  yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir akan kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. 

Yayasan Kuzu Ajibal Barokah 8 berupaya memberikan solusi dan perhatian dengan mengintegrasikan 3 potensi di atas  melalui program pemberdayaan umat untuk melahirkan generasi perubahan yang kuat dan unggul. melalui berbagai pengembangan potensi berwirausaha mandiri  yang inovatif  adalah wujud nyata salah satu upaya untuk menyerap dan mengangkat kesejahteraan masyarakat miskin untuk merubah nasib umat islam yang beberapa daerah masih tertinggal.   Pembinaan, pelatihan dan memberikan bekal ketrampilan kepada santri dan pemuda setempat untuk menjadi calon wirausaha yang memiliki kemauan tinggi agar mampu memacu enterpreneurship, menciptakan usaha produktif baru di daerah-daerah, dan menggerakkan pengembangan komoditi  pertanian pangan dan tanaman industri unggulan di daerah telah terbukti banyak diantara mereka yang berhasil.  

Keterbatasan yang masih banyak di daerah umat muslimyang di dominasi  seperti masih rendahnya sebagian besar SDM tingkat pengetahuan, pendidikan dan ketrampilan;  keterbatasan modal usaha; jaringan informasi dan infrastruktur berwirausaha serta keragaman karakter alam dan masyarakat di dalamnya maka perubahan kesejahtraan  akan berlangsung lambat jika tidak ada faktor luar pemicu yang diupayakan.  Dengan implementasi teknologi dan ilmu pengetahuanserta  ahlak mulia adalah satu upaya terobosan alternatif  yang dapat  menjadi pemicu  mempercepat kemajuan umat muslim  maka dari itu YAYASAN KUZU AJIBAL BAROKAH 8 didirikan untuk melakukan intervensi pemberdayaan ekonomi dan membangun  ahlak mulia di  masyarakat untuk mempersiapkan generasi calon pemimpin bangsa dengan melalui pendidikan pesantren teknologi sampai tingkat lanjutan (Ma’had Aly) berbasis  teknologi pertanian dan kewirausahaan, pendidikan usia dini (PAUD) terpadu,   pendampingan  usaha, pendidikan dan pelatihan  non formal  dan managemen profesional serta permodalan usaha produktif.

Pendekatan pemberdayaan yang telah berjalan sampai saat ini adalah  pendekatan pembangunan kawasan berbasis  teknologi dan Agrobisnis.

kawasan agroindustri

Pesantren  berbasis teknologi dan wira usaha di indonesia ini tidaklah banyak, oleh karena itu dengan keunggulan sumberdaya alam setempat, penemuan-penemuan baru teknologi sumberdaya manujia tentor pengajar yang dimiliki maka pesantren AJIBAL BAROKAH  berusaha menjadi pelopor dan penggerak pembangunan ekonomi dan ahlakul karimah yang menciptakan generasi baru muslim yang tangguh, maju, berdaya saing  global dan mensejahterakan.  Meski dipahami pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam paling tua di Indonesia yang secara eksistensial adalah lembaga yang indigenous (asli) Indonesia,  namun  telah menunjukan kemampuannya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan dan transformasi ilmu agama pada khususnya, melainkan juga sebagai Cultural Brokers (pialang budaya) dalam pengertian seluas-luasnya.[1]Sejarah membuktikan bahwa pesantren telah mampu merespon tantangan-tantangan zamannya dengan sukses. Hal ini bisa dibuktikan bahwa meskipun arus modernisasi begitu deras menghantam peradaban semua bangsa tanpa terkecuali, pesantren hingga kini tetap eksis dengan kekhasan sistem pendidikannya.  Pesantren dengan model pengembangan wirausaha dan agribisnis masih belum banyak jumlahnya dibandingkan pesantren model konvensional yang ada. Kalaupun ada pesantren dengan model seperti tersebut maka tidak banyak yang menggunakan pendekatan teknologi modern untuk meningkatkan hasil usahanya.

Saat ini berdasarkan data yang dirilis Departemen Agama RI disebutkan bahwa jumlah pesantren yang ada di Indonesia kurang lebih terdapat 21.521 buah. Dari jumlah tersebut jumlah Pondok pesantren dengan tipe tradisional masih paling besar (51%) sementara untuk Pesantren  tipe Modern serta Kombinasi seimbang, yakni tipe Modern 24% dan Kombinasi 25%. Selain tiga model tipologi pesantren diatas masih terdapat model pesantren lain seperti pesantren berbasis kewirausahaan, pesantren pertanian dan agribisnis, pesantren teknologi dan lain sebagainya. Dengan sifatnya yang lentur dan tidak terlalu terikat dengan kurikulum yang dibuat pemerintah, maka tidak mengherankan pesantren memiliki beragam model dan bentuk sesui dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi yang ada.

Jumlah penduduk yang sangat besar serta potensi alam yang sangat menunjang, maka pesantren berbasis pertanian dan agrobisnis yang mengembangkan konsep kemandirian dan kewirausahaan adalah sebuah upaya yang positif bagi dunia pendidikan di Indonesia. Selain memiliki karakter yang kuat dan mandiri, para lulusan pesantren ini juga akan lebih siap di masyarakat dengan bekal keterampilan yang dimilikinya.   Dengan dasar pemikiran tersebut, serta sebagai pertanggungjawaban di hadapan Allah dan RasulNya, juga untuk ikut bersama untuk melahirkan generasi yang maju dan berperadaban, maka kami menyusun sebuah proyek pendidikan yang berbasiskan Keislaman, Kewirausahaan, dan Teknologi dengan pola Boarding School (Sekolah Berasrama) yang berrtujuan melahirkan generasi muslim yang berilmu, berahlak, terampil (skillful) dan mandiri yang diharapkan akan menjadi pioneer perubahan di masyarakatnya masing-masing.

Yayasan KUZU AJIBAL BAROKAH 8  saat ini  dan yang akan datang  telah memiliki dan merintis beberapa program kerja antara lain:  Pendidikan Pesantren Teknologi dan Wira Usaha AJIBAL BAROKAH Al-Aly Al-Islamy; bidang pendidikan (PAUD berbasis  alam dan berahlak aswaja,  kursus-kursus, pelatihan dan lain-lain), bidang perekonomian (pertanian, perkebunan, peternakan, koperasi, perdagangan dan lain-lain), serta bidang sosial dan dakwah (majelis taklim, pembinaan petani, beasiswa, balai latihan kerja dan lain-lain)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top